MUSKULOSKELETAL
Disusun oleh:
Muhammad Syafi’i
NIM : 135900137
PENDIDIKAN
KEPELATIHAN OLAHRAGA
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ADI
BUANA
SURABAYA
2014
A. SISTEM MUSCULOSKELETAL
Muskuloskeletal terdiri atas :
Muskuler/Otot :
Otot, tendon,dan ligamen
Skeletal/Rangka :
Tulang dan sendi
1. Muskuler/Otot
1.1 Otot
Semua sel-sel otot mempunyai kekhususan yaitu untuk
berkontraksi. Terdapat lebih dari 600 buah otot pada tubuh manusia. Sebagian
besar otot-otot tersebut dilekatkan pada tulang-tulang kerangka tubuh oleh
tendon, dan sebagian kecil ada yang melekat di bawah permukaan kulit.
a.
Fungsi sistem muskuler/otot:
Pergerakan.
Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat
dan bergerak dalam bagian organ internal tubuh.
Penopang tubuh dan mempertahankan postur. Otot menopang rangka dan
mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap
gaya gravitasi.
Produksi panas. Kontraksi otot-otot secara
metabolis menghasilkan panas untuk mepertahankan suhu tubuh normal.
b.
Ciri-ciri sistem muskuler/otot:
Kontrakstilitas. Serabut otot berkontraksi dan
menegang, yang dapat atau tidak melibatkan pemendekan otot.
Eksitabilitas. Serabut otot akan merespons dengan
kuat jika distimulasi oleh impuls saraf.
Ekstensibilitas. Serabut otot memiliki kemampuan
untuk menegang melebihi panjang otot saat rileks.
Elastisitas. Serabut otot dapat kembali ke ukuran
semula setelah berkontraksi atau meregang.
c.
Jenis-jenis otot
1.
Otot rangka
Merupakan otot lurik, volunter, dan melekat pada
rangka. Serabut otot sangat panjang, sampai 30 cm, berbentuk
silindris dengan lebar berkisar antara 10 mikron sampai 100 mikron. Setiap
serabut memiliki banyak inti yang tersusun di bagian perifer. Kontraksinya
sangat cepat dan kuat.
a. Struktur Mikroskopis Otot Skelet/Rangka
·
Otot skelet disusun oleh bundel-bundel paralel yang terdiri dari
serabut-serabut berbentuk silinder yang panjang, disebut myofiber /serabut otot.
·
Setiap serabut otot sesungguhnya adalah sebuah sel yang mempunyai banyak
nukleus ditepinya.
·
Cytoplasma dari sel otot disebut sarcoplasma yang penuh dengan
bermacam-macam organella, kebanyakan berbentuk silinder yang panjang disebut
dengan myofibril.
·
Myofibril disusun oleh myofilament-myofilament yang berbeda-beda
ukurannya :
- yang kasar terdiri dari
protein myosin
- yang halus terdiri dari protein aktin/actin.
2.
Otot Polos
Merupakan otot tidak berlurik dan involunter. Jenis
otot ini dapat ditemukan pada dinding berongga seperti kandung kemih dan
uterus, serta pada dinding tuba, seperti pada sistem respiratorik, pencernaan,
reproduksi, urinarius, dan sistem sirkulasi darah.
Serabut otot
berbentuk spindel dengan nukleus sentral. Serabut ini berukuran kecil, berkisar antara 20 mikron
(melapisi pembuluh darah) sampai 0,5 mm pada uterus wanita hamil.Kontraksinya
kuat dan lamban.
a)
Struktur Mikroskopis Otot
Polos
Sarcoplasmanya
terdiri dari myofibril yang disusun oleh myofilamen-myofilamen. Sarkoplasma di dekat inti
mengandung sejumlah mitokondria halus, microtubuli, granular endoplasmic
reticulum dan kelompok-kelompok ribosom bebas.
b)
Jenis otot polos
Ada dua kategori otot polos
berdasarkan cara serabut otot distimulasi
untuk berkontraksi.
·
Otot polos unit ganda : ditemukan pada dinding pembuluh darah besar, pada
jalan udara besar traktus respiratorik, pada otot mata yang memfokuskan lensa
dan menyesuaikan ukuran pupil dan pada otot erektor pili rambut.
·
Otot polos unit tunggal (viseral) : ditemukan
tersusun dalam lapisan dinding organ berongga atau visera. Semua serabut dalam
lapisan mampu berkontraksi sebagai satu unit tunggal. Otot ini dapat
bereksitasi sendiri atau miogenik dan tidak memerlukan stimulasi saraf
eksternal untuk hasil dari aktivitas listrik spontan.
3.
Otot Jantung
Merupakan otot
lurik, Disebut
juga otot seran lintang involunter. Otot
ini hanya terdapat pada jantung dan pada
dinding pembulu darah besar yang langsung berhubungan dengan jantung. Suatu
serat otot jantung terlihat di bawah microskop cahaya sebagai suatu satuan
linier terdiri atas sejumlah otot jantung yang terikat ”end to end”(
ujung-ujung ) pada daerah-daerah ikatan khusus yang disebut diskus
interkalaris. Serat otot jantung di bungkus suatu sarkolema tipis mirip yang
terdapat pada otot rangka, dan sarkoplasma yang mirip mithokondria.
Miofibril-miofibril terpisa-pisah oleh deratan mithokondria, yang mengakibatkan
gambaran gurat-gurat memanjang yang nyata. Dan otot jantung bekerja terus-menerus
setiap saat tanpa henti, tapi otot jantung juga mempunyai masa istirahat, yaitu
setiap kali berdenyut.
a)
Struktur Mikroskopis Otot
Jantung
Dalam
beberapa hal struktur otot jantung sama dengan otot kerangka, khususnya
mengenai hubungan antara miofilamen halus dengan miofilamen tebal, sehimgga
lempeng-lempeng yang tampak pada miofibril tidak berbeda pula. Perbedaan yang
tampak pada pengamatan dengan M.E yaitu: susunan sarkoplasmic reticulum dan
mithokondria yang tidak teratur sehingga berkas-berkas miofilamen membentuk
miofibril tidak disusun secara teratur sehingga batas-batas miofibril tidak
tegas. Selain itu mithokondria lebih panjang dan lebih banyak jumlahnya serta
sekat-sekat dalam mithokondria juga lebih banyak.
d.
Kerja Otot
- Fleksor
(bengkok) >< Ekstentor (meluruskan)
- Supinasi(menengadah)
>< Pronasi (tertelungkup)
- Defresor(menurunkan)
>< Lepator (menaikkan)
- Sinergis
(searah) >< Antagonis (berlawanan)
- Dilatator(melebarkan) >< Konstriktor
(menyempitkan)
- Adduktor(dekat) >< Abduktor (jauh)
1.2 Tendon
Tendon adalah tali atau urat daging yang kuat yang
bersifat fleksibel, yang terbuat dari fibrous protein (kolagen). Tendon
berfungsi melekatkan tulang dengan otot atau otot dengan otot.
Gambar.2
Tendon
1.3 Ligamen
Ligamen adalah
pembalut/selubung yang sangat kuat, yang merupakan jaringan elastis penghubung
yang terdiri atas kolagen. Ligamen membungkus tulang dengan tulang yang diikat
oleh sendi.
Beberapa tipe ligamen :
- Ligamen Tipis
Ligamen pembungkus
tulang dan kartilago. Merupakan ligament kolateral yang ada di siku dan lutut.
Ligamen ini memungkinkan terjadinya pergerakan.
- Ligamen jaringan elastik kuning.
Merupakan
ligamen yang dipererat oleh jaringan yang membungkus dan memperkuat sendi,
seperti pada tulang bahu dengan tulang lengan atas.
Gambar.3
Ligamen
2. Skeletal
2.1 Tulang/ Rangka
Skeletal disebut juga sistem rangka, yang
tersusun atas tulang-tulang. Tubuh kita memiliki 206 tulang yang membentuk
rangka. Bagian terpenting adalah tulang belakang.
a.
Fungsi Sistem Skeletal :
1.
Memproteksi
organ-organ internal dari trauma mekanis.
2.
Membentuk
kerangka yang yang berfungsi untuk menyangga tubuh dan otot-otot yang.
3.
Melekat pada
tulang
4.
Berisi dan
melindungi sum-sum tulang merah yang merupakan salah satu jaringan
pembentuk darah.
5.
Merupakan tempat
penyimpanan bagimineral seperti calcium daridalam darah misalnya.
6.
Hemopoesis
b.
Struktur Tulang
1. Tulang terdiri dari sel hidup yang tersebar diantara
material tidak hidup (matriks).
2. Matriks tersusun atas osteoblas (sel pembentuk
tulang).
3. Osteoblas membuat dan mensekresi protein kolagen
dan garam mineral.
4. Jika pembentukan tulang baru dibutuhkan, osteoblas
baru akan dibentuk.
5. Jika tulang telah dibentuk, osteoblas akan berubah
menjadi osteosit (sel tulang dewasa).Sel tulang yang telah mati akan dirusak
oleh osteoklas (sel perusakan tulang).
c.
Klasifikasi Tulang berdasarkan penyusunnya
1. Tulang Kompak
a. Padat, halus dan homogen
b. Pada bagian tengah terdapat medullary cavity yang mengandung ’yellow
bone marrow”.
c. Tersusun atas unit : Osteon Ã
Haversian System
d. Pada pusat osteon mengandung saluran (Haversian Kanal) tempat pembuluh darah dan saraf yang dikelilingi
oleh lapisan konsentrik (lamellae).
e. Tulang kompak dan spongiosa dikelilingi oleh membran tipis yang disebut
periosteur, membran ini mengandung:
§
Bagian luar percabangan pembuluh
darah yang masuk ke dalam tulang
§
Osteoblas
2. Tulang
Spongiosa
a. Tersusun
atas ”honeycomb” network yang disebut trabekula.
a.
Struktur
tersebut menyebabkan tulang dapat menahan tekanan.
b.
Rongga antara trebakula terisi ”red
bone marrow” yang mengandung pembuluh darah yang memberi nutrisi pada tulang.
c.
Contoh, tulang pelvis, rusuk,tulang
belakang, tengkorak dan pada ujung tulang lengan dan paha.
d.
Klasifikasi Tulang berdasarkan Bentuknya
1. Tulang panjang, contoh: humerus, femur, radius,
ulna
2. Tulang pendek, contoh: tulang pergelangan tangan
dan pergelangan kaki
3. Tulang pipih, contoh: tulang tengkorak kepala, tulang rusuk dan sternum
4. Tulang tidak beraturan: contoh: vertebra, tulang
muka, pelvis
e.
Pembagian Sistem Skeletal
1.
Axial / rangka
aksial, terdiri dari :
§ tengkorak kepala / cranium dan tulang-tulang muka
§ columna vertebralis / batang tulang belakang
§ costae / tulang-tulang rusuk
§ sternum / tulang dada
2.
Appendicular /
rangka tambahan, terdiri dari :
a. tulang extremitas superior
· korset pectoralis, terdiri dari scapula (tulang
berbentuk segitiga) dan clavicula (tulang berbentuk lengkung).
·
lengan atas,
mulai dari bahu sampai ke siku.
·
lengan bawah, mulai
dari siku sampai pergelangan tangan.
·
tangan
b. tulang extremitas inferior: korset pelvis, paha, tungkai
bawah, kaki.
2.2 Sendi
Persendian
adalah hubungan antar dua tulang sedemikian rupa, sehingga dimaksudkan untuk
memudahkan terjadinya gerakan.
1.
Synarthrosis
(suture)
Hubungan antara
dua tulang yang tidak dapat digerakkan, strukturnya terdiri atas fibrosa. Contoh: Hubungan antara tulang di tengkorak.
2.
Amphiarthrosis
Hubungan antara
dua tulang yang sedikit dapat digerakkan, strukturnya adalah kartilago. Contoh: Tulang belakang
3.
Diarthrosis
Hubungan antara
dua tulang yang memungkinkan pergerakan, yang terdiri dari struktur sinovial.
Contoh: sendi peluru (tangan dengan bahu), sendi engsel (siku), sendi putar
(kepala dan leher), dan sendi pelana (jempol/ibu jari), sendi geser (tulang belakang)
Gambar. 4
Gambar. 5
Sendi-sendi Diarthrosis
2.3 LOW BACK REGION
1. Struktur
Ruas tulang punggung
dikelompokkan menjadi:
1.
Cervical/leher 7 ruas
2.
Thoracalis/punggung 12 ruas
3.
Lumbalis/pinggang 5 ruas
4.
Sakralis/kelangkang 5 ruas
5.
Koksigeus/ekor 4 ruas
2. Fungsi
Low back
region berfungsi untuk menegakkan/menopang postur struktur tulang belakang
manusia. Postur tegak juga meningkatkan gaya mekanik struktur tulang belakang
lumbrosakral.
Gambar 6. Tulang belakang
Antar tulang
belakang diikat oleh intervertebal, serta oleh ligamen dan otot. Ikatan antar tulang
yang lunak membuat tulang punggung menjadi fleksibel. Sebuah unit fungsi dari
dua bentuk tulang yang berdekatan diperlihatkan dari gambar di bawah ini.
3. Komponen
punggung
a.
Otot
punggung
Ditunjang oleh punggung, perut, pinggang
dan tungkai yang kuat dan fleksibel. Semua otot ini berfungsi untuk menahan
agar tulang belakang dan diskus tetap dalam posisi normal.
· Otot-otot punggung
I. Spina erektor
Terdiri dari massa serat otot, berasal dari
belakang sakrum dan bagian perbatasan dari tulang inominate dan melekat ke
belakang kolumna vertebra atas, dengan serat yang selanjutnya timbul dari
vertebra dan sampai ke tulang oksipital dari tengkorak. Otot tersebut
mempertahankan posisi tegak tubuh dan memudahkan tubuh untuk mencapai posisinya
kembali ketika dalam keadaan fleksi.
II.
Lastimus dorsi
Adalah otot datar yang meluas pada belakang
punggung. Aksi utama dari otot tersebut adalah menarik lengan ke bawah terhadap
posisi bertahan, gerakan rotasi lengan ke arah dalam, dan menarik tubuh
menjauhi lengan pada saat mendaki. Pada pernapasan yang kuat menekan bagian
posterior dari abdomen.
·
Otot-otot tungkai
Gluteus
maksimus, gluteus medius, dan gluteus minimus adalah otot-otot dari bokong.
Otot-otot tersebut semua timbul dari permukaan sebelah luar ilium, sebagian
gluteus maksimus timbul dari sebelah belakang sacrum. Aksi utama otot-otot
tersebut adalah mempertahankan posisi gerak tubuh, memperpanjang persendian
panggul pada saat berlari, mendaki, dan saat menaiki tangga, dalam mengangkat
tubuh dari posisi duduk atau membungkuk, gerakan abduksi dan rotasi lateral
dari paha.
b.
Diskus
Merupakan bantalan tulan rawan yang berfungsi
sebagai penahan goncangan. Terdapat diantara vertebrae sehingga memungkinkan
sendi-sendi untuk bergerak secara halus. Tiap diskus mengandung cairan yang mengalir ke dalam dan keluar diskus. Cairan
ini berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan punggung bergerak bebas.
Diskus bersifat elastis, mudah kembali ke bentuk semula jika tertekan diantara
kedua vertebra.
2.4 INTERVERTEBRAL DISC
Pada
makhluk hidup vertebrata (memiliki ruas tulang belakang) terdapat sebuah
struktur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut vertebra (vertebral body). Pada setiap dua ruas
vertebra terdapat sebuah bantalan tulang rawan berbentuk cakram yang disebut
dengan Intervertebral Disc. Pada
tubuh manusia terdapat 24 buah Intervertebral
disc. Tulang rawan ini berfungsi sebagai penyangga agar vertebra tetap berada pada posisinya dan juga
memberi fleksibilitas pada ruas tulang belakang ketika terjadi pergerakan atau
perubahan posisi pada tubuh.
Gambar 7
Gambar bagian-bagian Intervertebral disc
Susunan tulang
rawan ini terbagi menjadi 3 bagian:
Nucleus pulposus, memiliki
kandungan yang terdiri dari 14% Proteoglycan,
77% Air, dan 4% Collagen.
Annulus fibrosus, mengandung 5% Proteoglycan, 70% Air, dan 15% Collagen.
Cartilage endplate, terdiri
dari 8% Proteoglycan, 55% Air, dan
25% Collagen.
2.5 NECK
a.
Tulang leher
terdiri dari tujuh ruas, mempunyai
badan ruas kecil dan lubang ruasnya besar. Pada taju sayapnya terdapat lubang
tempat lajunya saraf yang disebut foramen tranvertalis. Ruas pertama vertebra serfikalis disebut atlas
yang memungkinkan kepala mengangguk. Ruas kedua disebut prosesus odontois
(aksis) yang memungkinkan kepala berputar ke kiri dan ke kanan. Ruas ketujuh
mempunyai taju yang disebut prosesus prominan. Taju ruasnya agak panjang.
Tulang-tulang yang terdapat pada leher:
a. Os.
Hyoideum adalah sebuah
tulang uang berbentuk U dan terletak di atas cartylago thyroidea setinggi
vertebra cervicalis III.
b. Cartygo thyroidea
c.
Prominentia laryngea, dibentuk oleh
lembaran-lembaran cartylago thyroidea yang bertemu di bidang median.
Prominentia laryngea dapat diraba dan seringkali terlihat.
d.
Cornu superius, merupakan tulang rawan
yang dapat diraba bilamana tanduk disis yang lain difiksasi.
e.
Cartilagocricoidea, sebuah tulang rawan
larynx yang lain, dapat diraba di bawah prominentia laryngea
f.
Cartilagines tracheales, teraba dibagian
inferior leher.
g.
Cincin-cincin tulang rawan kedua sampai
keempat tidak teraba karena tertutup oleh isthmus yang menghubungkan lobus
dexter dan lobus sinister glandulae thyroideae.
h.
Cartilage trachealis I, terletak tepat
superior terhadap isthmus.
b.
Otot Leher
Otot bagian
leher dibagi menjadi tiga bagian:
a. Muskulus platisma
yang terdapat di bawah kulit dan wajah. Otot ini menuju ke tulang selangka dan
iga kedua. Fungsinya menarik sudut-sudut mulut ke bawah dan melebarkan mulut
seperti sewaktu mengekspresikan perasaan sedih dan takut, juga untuk menarik
kulit leher ke atas.
b. Muskulus sternokleidomastoideus terdapat pada permukaan lateral proc.mastoidebus ossis temporalis dan
setengah lateral linea nuchalis superior. Fungsinya memiringkan kepala ke satu
sisi, misalnya ke lateral (samping), fleksi dan rotasi leher, sehingga wajah
menghadap ke atas pada sisi yang lain; kontraksi kedua sisi menyebabkan fleksi
leher. Otot ini bekerja saat kepala akan ditarik ke samping. Akan tetapi, jika
otot muskulus platisma dan sternokleidomastoideus sama-sama bekerja maka
reaksinya adalah wajah akan menengadah.
c. Muskulus longisimus kapitis, terdiri dari splenius dan semispinalis kapitis. Fungsinya adalah
laterofleksi dan eksorositas kepala dan leher ke sisi yang sama.
Ketiga otot tersebut terdapat di belakang leher yang terbentang dari
belakang kepala ke prosesus spinalis korakoid. Fungsinya untuk menarik kepala
belakang dan menggelengkan kepala.
2.6 ELBOW
Gambar 9
Siku adalah suatu titik yang sangat komplek di mana terdapat tiga
tulang yaitu humerus, radius dan ulna. Ketiga tulang tersebut bekerja secara bersama-sama
dalam suatu gerakan flexi, extensi dan rotasi.
2.7 SHOULDER (BAHU)
a.
Tulang Bahu
Gambar
10
Tulang-tulang
pada bahu terdiri dari:
Clavicula (tulang selangka), merupakan tulang berbentuk lengkung yang menghubungkan lengan atas dengan batang tubuh. Ujung medial (ke arah tengah) clavicula
berartikulasi dengan tulang dada yang dihubungkan oleh sendi sternoclavicular, sedangkan ujung
lateral-nya (ke arah samping) berartikulasi dengan scapula yang dihubungkan
oleh sendi acromioclavicular. Sendi sternoclavicular merupakan satu-satunya
penghubung antara tulang extremitas bagian atas dengan tubuh.
Scapula (tulang belikat),
merupakan tulang yang berbentuk segitiga. Tulang ini berartikulasi dengan
clavicula dan tulang lengan atas. Ke arah lateral scapula melanjutkan diri sebagai acromioclavicular yang menghubungkan scapula dengan clavicula.
Sendi glenohumeral, merupakan penghubung antara tulang lengan atas
dengan scapula.
b. Otot Bahu
Otot
bahu hanya meliputi sebuah sendi saja dan membungkus tulang pangkal lengan dan
scapula.
Muskulus deltoid (otot segi tiga), otot ini membentuk lengkung bahu dan berpangkal di
bagian lateral clavicula (ujung bahu), scapula, dan tulang pangkal lengan.
Fungsi dari otot ini adalah mengangkat lengan sampai mendatar.
Muskulus subkapularis (otot depan scapula). Otot ini dimulai dari bagian depan scapula,
menuju tulang pangkal lengan. Fungsi dari otot ini adalah menengahkan dan memutar humerus (tulang
lengan atas) ke dalam.
Muskulus supraspinatus (otot atas scapula). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah atas menuju
ke tulang pangkal lengan. Fungsi otot ini adalah untuk mengangkat lengan.
Muskulus infraspinatus (otot bawah scapula). Otot ini
berpangkal di lekuk sebelah bawah scapula dan menuju ke tulang pangkal lengan. Fungsinya
memutar lengan keluar.
Muskulus teres mayor (otot lengan bulat besar). Otot ini berpangkal di siku bawah scapula dan
menuju tulang pangkal lengan. Fungsinya bisa memutar lengan ke dalam.
Muskulus teres minor (otot lengan bulat kecil). Otot ini berpangkal di siku sebelah luar scapula
dan menuju tulang pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.whhs.com/static/adminuploads/elbow-surgery.gif













